Ahlan wa Sahlan

Welcome to 'positive-optimistic' zone. Let's be one of Indonesian pride generation. Glad to meet you, have a good time n' get your nice surfing,
Peace...(*_*) !!

Rabu, 04 Januari 2012

Kepada makhluk Tuhan yang saya cintai, yang bernama WANITA. (masih dalam konteks Islam itu memanusiakan Manusia)

'coretan untuk mawar'.
“ : saya sampaikan bersama rongga dada yang tersedak, bersama gemuruh embun yang tertahan di kelopak kedua bola mata, semua karena rasa cinta. Padamu wahai wanita....”

“ al-mar-atu imadul hayat, idza hasanat fahasanat kullal-hayat, idza fasadat fafasadat kullal-hayat “

Perempuan itu istimewa, sedangkan keistimewaanya dihargai dan dilindungi dalam Islam.
Pernahkah kita berfikir mengapa kodrat lelaki itu berotot dan perkasa secara fisik dan selalu ingin melindungi secara psikis?

Lalu pernahkah kita perhatikan mengapa begitu tak kenal lelah seekor Anai-anai mencari persediaan makanan siang dan malam hanya untuk Gundik yang lemah dan seolah tak berarti apa-apa? Sedangkan ia kurus dan kerdil?

Di sini kita mungkin takkan menyamakan perempuan sebagai Gundik dan lelaki sebagai Anai-anai, tapi perhatikanlah titik simpangannya untuk kaum hawa fikirkan, bukankah Tuhan Allah SWT telah menghargai dan menyanjung Anda yang terlahir sebagai perempuan? Yang kelak semuanya akan menjadi ratu dalam bahtera rumahtangga? Sedangkan Lelaki sebagai pemenuh segala kebutuhan anda? Pelindung dari segala apa yang mengganggu Anda? Subhanallah...

Kita tau perempuan dan lelaki adalah makhluk ciptaan yang Kuasa, lalu mengapa dibuat dengan berbeda?
Jawabannya karena semua makhluk terlibat dalam hukum alam, hukum alam memerlukan sinergitas antara satu unsur dengan unsur yang lainnya. Selayak bintang dan rembulan yang membutuhkan orbit, seyogya lautan yang memerlukan daratan dan persis seperti Perempuan dan Lelaki yang salin membutuhkan antara keduanya.
Apa jadinya jika tidak sinergis? (sekali-kali pakailah akal kita untuk memikirkannya).

Kembali kepada Gundik dan Anai-anai. Lalu mengapa dibuat skenario seperti itu?? Karena antara Lelaki dan Perempuan menanggung tugas masing-masing yang berbeda secara kodrati, yang tentu saja kemuliaan tugas masing-masing tersebut tak ada yang lebih baik dan tak ada yang lebih buruk, semua terbagi secara proporsional dengan takaran yang paling tepat, itu adalah takaran Tuhan (Allah SWT). Lalu, jika kita ber-Tuhan apakah takaran tersebut tak lebih baik dari takaran otak kita? Pendapat kita? Hukum kita? Aturan kita? Dan atau lebih tepatnya nafsu kita? sebagai makhluk yang lemah di hadapan-Nya? Pernahkah kita berfikir sejenak kearah itu..?? hubungkan dengan kondisi kita saat ini...

Lalu bagaimana cara Islam menghargai perempuan?
Bagaimana seharusnya perempuan berada dalam kemegahan istana Islam? Dan
Apa saja yang Islam janjikan untuk kaum perempuan?

(benarkah Anda samasekali tak pernah mendengar kalimat-kalimat pertanyaan tersebut sekaligus jawabannya?) raihlah cermin yang tedekat dengan Anda sebagai langkah awal meraih cinta-Nya
: afwan, saya butuh beberapa lembar halaman jika Anda menitah saya mengurai segalanya, meng-up-looad-nya juga lemot :). Atau bisa juga karena saya takut kelamaan menyulut, gosong deh :)

NB.:
Adakah yang ingin mengatakan saya LEBAY?
Atau mungkin ungkapan : ‘ah teooori..’ ?
Atau bahkan : ‘alah munafik !!’

“ i know about all of that is the risk, because life is the risk. and then, so course that's humanly.
namun yang pasti, nurani Anda-lah pemilik jawaban sejatinya :)
Wallahu A’lam Bisshawab.

Salam Cinta,
eLHakim.
(masih ingat? Aku temanmu, sahabatmu, kekasihmu, saudaramu, dan yang mencintai serta menyayangimu)

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komen sobat di sini..